Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Enam Siswanya Positif Flu Singapura, Sebuah TK di Kota Madiun Ditutup


Siswanya Positif Flu Singapura, Sebuah TK di Kota Madiun Ditutup

Madiun - Sebuah sekolah taman kanak-kanak/raudhatul athfal (TK/RA) Al Hadiid di Jalan Diponegoro, Kota Madiun Jawa Timur terpaksa diliburkan sementara.

Sekolah tersebut diliburkan dikarenakan ada 6 siswa yang dinyatakan positif terserang Flu Singapura.

Dinas Kesehatan Kota Madiun mengetahui ini setelah melakukan penyelidikan epidemiologi.

Mulanya, gejala penyakit yang menyerang sejumlah siswa TK itu diduga cacar monyet.

"Sejauh ini tidak ada anak yg terkena cacar monyet. Yang di sekolah ini (TK Al Hadiid) Flu Singapura. Dan dari hasil penyelidikan epidemiologi awal ada 6 anak yang terpapar Flu Singapura dengan kategori ringan dan (saat ini) mereka sudah istirahat di rumah dan kondisi sudah membaik," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Madiun dr Denik Wuryani, Sabtu (25/11/2023).

Atas temuan itu, Wali Kota Madiun H Maidi mengambil keputusan cepat.

Menurutnya, Pemkot Madiun telah melakukan penutupan sementara TK/RA Al Hadiid untuk menghindari penularan yang makin meluas.

"Iya (ditutup). Memang saya suruh mengecek semua. Jangan sampai kita kecolongan," kata Maidi.

Kendati satu sekolah TK ditutup, Maidi menyebut penyakit itu belum mewabah. Hanya saja dia sudah memerintahkan Dinas Kesehatan Kota Madiun untuk mengecek satu per satu siswa yang belajar di sekolah itu.

"Kemarin sudah kami cek satu-satu. Setelah kami cek satu-satu bukan wabah," papar Maidi.

Menurut Maidi, awalnya satu orang yang terkena Flu Singapura memiliki KTP Kota Madiun namun tinggal di luar Kota.

"Itu orang ber-KTP Kota Madiun tetapi tidak tinggal di Kota Madiun. Dia tinggal di daerah lain, tidak tinggal di sini. Katanya begitu. Tetapi saya belum mengecek ke lapangan," kata Maidi.

Dia menambahkan bahwa atas kejadian itu dia mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Terlebih dirinya sudah memberikan bantuan keuangan kepada masing-masing RT sebesar Rp 5 juta.

Flu Singapura atau disebut hand, foot, and mouth disease (HFMD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang sangat mudah menular dan kerap menyerang anak-anak usia 5 sampai 10 tahun. Orang dewasa juga bisa mengalaminya.

Sebagaimana dilansir dari detikHealth yang mengutip Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ada tiga nama virus yang menyebabkan flu Singapura tersebut.

Ketiganya yakni Coxsackievirus A16 (virus yang paling umum menyebabkan flu Singapura di Amerika Serikat), Coxsackievirus A6 (virus yang bisa menyebabkan gejala flu Singapura yang lebih parah), serta Enterovirus 71 (EV-A71) yang dikaitkan dengan wabah di Asia Timur dan Tenggara.

Selain itu, penyakit ini juga berbeda dengan foot and mouth disease (FMD) atau kerap disebut penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak seperti sapi.

Tanda-tanda Flu Singapura

Periode awal infeksi hingga timbul tanda-tanda flu Singapura umumnya tiga sampai enam hari.

Salah satu tanda-tanda flu Singapura yang kerap kali muncul adalah demam, disertai dengan sakit tenggorokan hingga nafsu makan yang buruk.

Satu atau dua hari setelah demam dimulai, akan muncul ruam yang menyakitkan di bagian depan mulut atau tenggorokan.

Ruam pada tangan, kaki, dan mungkin bokong dapat muncul dalam satu atau dua hari.

Adapun tanda-tanda flu Singapura lainnya, seperti:

Demam
Sakit tenggorokan
Merasa tidak enak
Lesi yang menyakitkan, merah, seperti melepuh di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi
Ruam merah, tanpa gatal tetapi kadang-kadang melepuh, di telapak tangan, telapak kaki, dan kadang-kadang bokong
Iritabilitas pada bayi dan balita
Kehilangan selera makan
Apabila seseorang mengalami sejumlah tanda-tanda flu Singapura di atas ini, segera menghubungi dokter atau pergi ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan

Posting Komentar

0 Komentar