Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Stunting Merajalela! Mahasiswa KKN Undip Berikan Pelatihan Pembuatan MPASI


Mahasiswa KKN Undip Berikan Pelatihan Pembuatan MPASI

Klaten – Stunting terus menjadi permasalahan kesehatan di berbagai wilayah termasuk di Desa Kalangan, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten hingga saat ini. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, sejak dalam kandungan sampai awal kehidupan (1000 Hari Pertama Kehidupan) sehingga perawakan anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. 

Berdasarkan survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2022, angka kejadian Stunting mencapai 21,6% yang berarti bahwa satu dari lima anak Indonesia mengalami stunting. Hasil pengukuran posyandu di Desa Kalangan tercatat terdapat 119 balita yang mengalami stunting pada bulan Juni tahun 2023 lalu. Maka dari itu, peningkatan pengetahuan dan pemahaman keluarga serta komunitas sangat berperan penting dalam mencegah stunting dan mempersiapkan seorang anak agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal menjadi generasi yang sehat, maju, dan berkualitas. 

Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi tantangan tersebut yakni dengan melakukan program penyuluhan stunting berupa pelatihan memasak MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) yang mudah dibuat namun bergizi dan disukai anak. Pelatihan ini bertujuan agar dapat memberikan pengetahuan lebih dan mengasah keterampilan para ibu dalam mempersiapkan MPASI yang bergizi dengan menggunakan bahan baku yang mudah didapat sehingga dapat menunjang pola makan anak yang sehat dan tentunya menurunkan serta mencegah kejadian stunting.

Program penyuluhan stunting dan pelatihan pembuatan MPASI dilaksanakan pada Selasa, 1 Agustus 2023 di Balai Desa Kalangan, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten. Kegiatan ini melibatkan ibu bidan Desa Kalangan, ibu-ibu kader posyandu balita stunting serta dihadiri oleh 60 orang peserta ibu yang memiliki anak stunting. Kegiatan tersebut dikemas dalam sebuah acara berjudul Kelas Stunting. 

Pada awal kelas dijelaskan terlebih dulu mengenai stunting kemudian dilanjutkan penjelasan secara komprehensif mengenai MPASI ditambah dengan penyampaian resep menu MPASI untuk bayi usia 6-8 bulan serta cara praktis membuatnya oleh Mega Dewi Auretta, mahasiswi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran. Program penyuluhan stunting ditutup dengan sesi tanya jawab dengan peserta kelas yang direspon dengan sangat antusias. 

Terdapat 3 orang penanya yang bertanya masalah stunting serta MPASI. Setelah pertanyaan dijawab lalu dibagikan doorprize sebagai bentuk apresiasi karena telah mengikuti kelas dengan aktif. 

Pelaksanaan program penurunan angka kejadian stunting berlangsung dengan lancar dari awal hingga akhir sesi dan penuh partisipasi dari berbagai pihak yang menjadi kunci keberhasilan program ini dalam mencapai tujuan utamanya yakni menurunkan angka kejadian stunting serta meningkatkan kualitas hidup seorang anak. Para peserta juga mendapat leaflet berisikan tentang MPASI serta cara pembuatan MPASI untuk berbagai kelompok usia.

“Terima kasih atas diadakannya kelas stunting sangat bermanfaat bagi saya, menambah ilmu dalam menangani anak untuk mengasuh anak menjadi lebih baik,” ujar Murniati, salah satu peserta kelas stunting. (**)

Posting Komentar

0 Komentar