Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Menguak Sejarah Petilasan Ki Kebokanigoro dilereng Merapi Boyolali


Oky Cahyo Widodo Ketua DPC FERADI WPI Klaten dan Staf Redaksi Media Jateng Indonesia Saat mengunjungi petilasan Ki Kebokanigoro diselo Boyolali

Boyolali - Ada Sebuah petilasan di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah tempat tersebut biasa dijadikan sebagai tempat bersemedi dan meminta agar dikabulkan hajatnya. Meski demikian, tak banyak orang yang mengetahui lokasi petilasan tersebut.

Petilasan itu disebut milik keturunan Majapahit yang bernama Ki Kebokanigoro. Berdasarkan keterangan di beberapa sumber, Ki Kebokanigoro merupakan seorang pertapa yang kerap melakukan perjalanan spiritual sejak remaja.

Kebokanigoro lahir pada 14721 Masehi. Darah Majapahit mengalir dari ibunya, Putri Pembayun yang merupakan anak Brawijaya V. Sementara ayahnya, Adipati Pengging keturunan ulama Arab.

Konon, Kebokanigoro membelot dan tidak tunduk terhadap kekuasaan Kerajaan Demak. 
Ia kemudian menjadi buronan Raden Fatah. Mendapati hal itu, Kebokanigoro melarikan diri ke lereng Gunung Merapi di Boyolali. 

Di situlah, ia bertemu dengan Rangga Tohjoyo, murid Syekh Siti Jenar yang juga menjadi buronon prajurit Kerajaan Demak. Kebokanigoro pun berhasil lolos dari kejaran prajurit Kerajaan Demak saat di Selo, Boyolali, yang kini mejadi petilasannya.

Di Selo, Kebokanigoro disambut baik dan mendapatkan banyak pengikut. Tak heran jika tempat bertapanya dirawat dengan baik hingga sekarang. 

Orang-orang pun mendatangi petilasannya pada malam-malam tertentu untuk bersemedi agar hajatnya terkabul.

Hingga kini, meninggalnya Kebokanigoro masih menjadi perdebatan. Ada pihak yang meyakini Kebokanigoro dimakamkan di desa Turgo, lereng Gunung Merapi. Ada juga pendapat sang pertapa itu dikremasi lantaran penganut Dewa Shiva Budha. 

Namun ada juga beberapa orang yang menyebut Kebokanigoro moksa di Selo Boyolali yang kini menjadi petilasan.

Kebokanigoro meninggal dunia setelah mengetahui akan adanya sosok keturunan Brawijaya V yang meneruskan kerajaan Jawa, yakni Jaka Tingkir sang pendiri kerjaaan Pajang, Solo. Kerajaan inilah yang menjadi kelanjutan dari Kerajaan Demak.

(**)

Posting Komentar

0 Komentar