Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Inilah Profil, Karier dan Kekayaan Irjen Pol Ahmad Luthfi Kapolda Jateng


Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi

MediaJatengIndonesia.Com - Irjen Pol Ahmad Luthfi Jenderal polisi kelahiran Surabaya, pada 22 November 1966 itu memiliki keahlian dan pengalaman, terutama di bidang intel.

Sebelum menjabat sebagai Kapolda Jawa Tengah, Ahmad Luthfi pernah menjabat sebagai Kapolres Batang pada 2010.

Dia kemudian dilantik jadi Wadir Intelkam Polda Jateng selama satu tahun.

Kemudian, Ahmad Luthfi dipindah tugaskan ke Solo menjadi Wakapolresta Surakarta.
kurang lebih empat tahun.

Lalu pada tahun 2015, Ahmad Luthfi kemudian diangkat menjadi Kapolresta Surakarta.

Sedangkan Jabatannya sebagai Kapolda Jawa Tengah sendiri diemban pada Mei 2020. menggantikan Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel.

Perjalanan karirnya.

Karier Irjen Ahmad Luthfi sudah malang melintang di dalam kepolisian tanah air.

Meski bukan lulusan Akpol, Ahmad Luthfi membuktikan bahwa dirinya juga bisa menjadi seorang jenderal.

Berbagai jabatan strategis di Korps Bhayangkara sudah pernah diemban Luthfi.

Ia tercatat pernah mengemban jabatan sebagai Kapolres Batang.

Kariernya makin moncer setelah ia didapuk menjadi Wadir Intelkam Polda Jateng pada tahun 2010.

Pada tahun 2011, jenderal asal Surabaya ini dimutasi menjadi Wakapolresta Surakarta.

Saat itu Ahmad Luthfi mendampingi Kapolresta Surakarta yakni Komjen Pol. (Purn.) Drs. Nana Sudjana, M.M.

Empat tahun kemudian, Irjen Ahmad Luthfi diangkat sebagai Kapolresta Surakarta.

Setelah itu, ia kembali dimutasi menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Sosbud Baintelkam Polri pada tahun 2017.

Pada tahun 2018, Ahmad Luthfi kemudian dipercaya untuk menjabat sebagai Wakapolda Jawa Tengah.

Kala itu, pangkatnya masih Brigadir Jenderal atau Brigjen.

Barulah tahun 2020, Ahmad Luthfi berhasil naik pangkat menjadi Irjen dan mengisi kursi jabatan sebagai Kapolda Jateng.

Sepanjang kariernya, polisi yang berpengalaman dalam bidang Intel ini banyak bertugas di lingkup wilayah Jawa Tengah.

Kehidupan pribadi

Ahmad Luthfi menganut agama Islam.

Ia memiliki istri yang bernama Nurina Mulkiwati.

Nurina, istri Irjen Ahmad Luthfi telah meninggal dunia karena penyakit kanker darah pada Noveber 2019.

Sepeninggal istrinya, jenderal bintang 2 asal Surabaya itu hingga saat ini diketahui belum menikah lagi.

Ayah Irjen Ahmad Luthfi bernama H. Makali, sedangkan ibunya bernama Hj. Musarofah.

Polisi yang akrab disapa jendral Luthfi ini memiliki adik yang bernama Kolonel Inf Zainul Bahar dan AKBP M. Sinwan.

Pendidikan

Irjen Ahmad Luthfi adalah salah satu Pati Polri yang bukan lulusan dari Akademi Kepolisian (Akpol).

Ia merupakan lulusan Sekolah Perwira Militer Sukarela (Sepa Milsuk) tahun 1989.

Sederet pendidikan kepolisian yang pernah ditempuhnya antara lain adalah Selapa Polri (2000), Sespim Polri (2005), Lemhanas PPRA (2017), Diktap Polri (1992), Daspa Serse (1994), dan Dikjur Pa Provos (1995).

Sementara itu, sederet pendidikan umum juga sudah diselesaikan Irjen Luthfi, di antaranya SD (1978), SMP (1981), SMA (1984), S1 (1990), dan S2 (1995).

Harta kekayaan

Irjen Ahmad Luthfi tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp9,7 miliar.

Hartanya itu terdaftar di dalam Laporan Harta Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK yang dilaporkannya pada tanggal 8 Maret 2023 untuk periodik 2022.

Berikut rincian lengkap harta kekayaan milik Irjen Ahmad Luthfi.

I. DATA HARTA

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 6.200.000.000

1. Tanah Seluas 2662 m2 di KAB / KOTA KOTA SURAKARTA, HASIL SENDIRI Rp. 3.100.000.000

2. Tanah dan Bangunan Seluas 400 m2/400 m2 di KAB / KOTA SUKOHARJO, HASIL SENDIRI Rp. 3.100.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 935.000.000

1. MOBIL, TOYOTA JEEP Tahun 1982, HASIL SENDIRI Rp. 100.000.000

2. MOBIL, HONDA CR V Tahun 2010, HASIL SENDIRI Rp. 200.000.000

3. MOTOR, HARLEY DAVIDSON HARLEY DAVIDSON Tahun 2013, HASIL SENDIRI Rp. 35.000.000

4. MOBIL, TOYOTA HARTOP HARTOP Tahun 1984, HASIL SENDIRI Rp. 250.000.000

5. MOBIL, TOYOTA HARTOP Tahun 1980, HASIL SENDIRI Rp. 250.000.000

6. MOBIL, TOYOTA HARTOP Tahun 1966, HASIL SENDIRI Rp. 100.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. ----

D. SURAT BERHARGA Rp. ----

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 2.565.310.311

F. HARTA LAINNYA Rp. ----

Sub Total Rp. 9.700.310.311

II. HUTANG Rp. ----

III. TOTAL HARTA KEKAYAAN (I-III) Rp. 9.700.310.311

(**)

Posting Komentar

0 Komentar