Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Sadis!! Ayah Mertua Tega Membunuh Anak Mantunya Yang Hamil 7 Bulan


Foto pelaku saat diamankan pihak kepolisian

Pasuruan - Kejadian mengerikan terjadi di Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Seorang ayah mertua tega mengorok leher anak mantunya sendiri yang sedang hamil 7 bulan hingga tewas

Ayah mertua yang sekaligus pelaku pembunuhan tersebut bernama Khoiri. 

Dia berstatus duda, Ia ditinggal istrinya yang meninggal beberapa tahun lalu. 

Warga juga mengatakan keluarga tersebut memang tertutup. "Mereka jarang srawung (bergaul, Red),” kata warga. (1/11/23)

Padahal, beberapa hari lalu, keluarga Fitria dari Rungkut, Surabaya, sempat berkunjung. 

Tak pelak, peristiwa berdarah itu membuat warga makin penasaran. Warga bertanya mengapa Khoiri setega itu membunuh menantunya sendiri. Apalagi korban dalam kondisi hamil.

Kapolsek Purwodadi AKP Pujiyanto mengatakan, pembunuhan terjadi di dalam kamar korban. Terduga pelaku menggorok leher korban dengan sebilah pisau dapur. ”Setelah melakukan pembunuhan, terduga pelaku sembunyi di dalam kamar rumah tetangganya dan dikunci dari dalam,” kata Pujiyanto.

Warga yang sudah berdatangan awalnya tak berani mengamankan lantaran takut terduga pelaku masih membawa pisau. Terlebih di rumah Bari yang dijadikan tempat persembunyian terduga pelaku, terdapat stang dan gir motor.

Terduga pelaku sendiri diamankan petugas. Dia langsung digiring ke mapolsek Purwodadi. Petugas lantas mencoba bertanya ke Khoiri terkait aksi kejinya tersebut.

”Alasannya lapar. Tetapi pengakuan anaknya (suami Fitria bernama Sueb), terduga pelaku ini tiap malam suka marah-marah,” kata Pujiyanto.

Perubahan sikap yang membuat Khoiri tempramental tersebut dirasakan terjadi dalam dua hari belakangan. Menurut keterangan Sueb kepada polisi, tidak masuk akal jika ayahnya kelaparan hingga marah-marah kepada istrinya lantaran minta dibuatkan makan.

”Keterangan Sueb, istrinya perhatian kepada terduga pelaku. Selalu dibuatkan makanan, nggak pernah sampai kelaparan,” pungkas Pujiyanto. (**)

Posting Komentar

0 Komentar