Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Ticker

6/recent/ticker-posts

Keindahan Air Terjun Kedung Kayang Yang Berada di Perbatasan Magelang Boyolali


Salah satu wisatawan berada di air terjun Kedung kayang 


Boyolali - Air Terjun Kedung Kayang yang terletak diperbatasan kabupaten Magelang dan kabupaten Boyolali persisnya diantara desa Wonolelo kecamatan sawangan dan desa Klakah kecamatan Selo kabupaten Boyolali merupakan salah-satu air terjun tertinggi yang ada di Jawa Tengah. Air terjun tersebut terletak di ketinggian 1200 mdpl dengan tinggi mencapai 40 meter.

Pesona keindahan yang dimilikinya memiliki pembeda (diferensiasi) dibanding obyek wisata air terjun pada umumnya dengan viewscape langit, gunung, sungai, air terjun dan hamparan yang sangat luas.

Menurut Susi salah satu wisatawan yang berasal dari kota Surakarta, air terjun Kedung kayang masih benar benar sangat alami dan sangat indah untuk dikunjungi (22/08/22).

Dilansir dari berbagai sumber Nama Kedung Kayang merupakan gabungan dari 2 kata, yaitu Kedung yang berarti Air Terjun, dan Kayang yang berarti langit.

Untuk menuju Air Terjun Kedung Kayang dari Magelang dengan waktu tempuh sekitar 1 jam perjalanan sedangkan dari kota solo memakan waktu sekitar 2 jam.



Menurut cerita Air Terjun Kedung Kayang ini tak pernah surut atau berkurang debitnya, sekalipun di puncak musim kemarau.

Sedangkan Nama Kedung Kayang konon diketahui warga secara turun temurun, berasal dari pemberian nama tiga empu atau tokoh sakti di Wonolelo pada masa lalu. Yaitu Empu Panggung, Empu Putut, dan Empu Khalik. Konon para empu itu kerap bertemu di lokasi air terjun, baik di atas maupun di kedung di bawahnya.

Menurut legenda Kepercayaan lokal menyebut penunggunya adalah Kyai Gadung Melati dan Nyai Widari Welas Asih. Selain air mengucur dari aliran sungai di atas, di retakan-retakan tebing vertikal juga bermunculan sejumlah mata air yang keluar sepanjang tahun dan dipercaya punya khasiat mistis.

Kedung Kayang terdapat keunikan dan keanehan tersendiri, yaitu bila di bulan Suro (muhharom) pada hari malam Jum’at Kliwon sering terdengar suara/ alunan Gamelan Jawa dan pada hari Kamis Wage semua kera-kera yang ada di sekitar Kedung Kayang berkumpul di atas air terjun tersebut.

Menurut mitosnya, Dewi Nawang Sih dan Dewi Nawang Wulan juga sering mandi di Kedung Kayang yang berkhasiat membuat awet muda.


Posting Komentar

0 Komentar